Rabu, 14 Maret 2018

Sekarang Pengurusan SKCK Online Gak Pake Ribet



Tanjungpinang - Seiring perkembangan jaman dan teknologi, serta pengoptimalan pelayanan masyarakat untuk mencapai tingkat kepuasan yang maksimal.

Yang dulunya pengurusan SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) hanya bisa dilakukan di tingkat Satwil (Kantor Induk), kini telah bisa diurus di Polsek-Polsek jajaran. Bahkan telah ada tempat-tempat strategis (SKCK Corner) yang mudah dijangkau masyarakat untuk lebih memaksimalkan tingkat pelayanan dalam pengurusan SKCK.




Seperti halnya dalam pengurusan SKCK yang dilaksanakan oleh Unit Intelkam Polsek Tanjungpinang Barat. Setiap masyarakat yang datang untuk mengurus SKCK, baik itu untuk keperluan melamar pekerjaan dan lain sebagainya, akan langsung dilayani dan dibimbing dalam hal kelengkapan administrasinya. Proses pun tidak lama. Jika memenuhi persyaratan, maka SKCK selesai hanya 1 (satu) hari kerja saja.

Ps. Kanit Intelkam Polsek Tanjungpinang Barat Aipda Deserman, S. IP mengatakan, bahwa kepolisian akan selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bahkan bagi masyarakat awam sekalipun akan dibimbing agar bisa mengerti dan memahami.

Untuk biaya administrasi pengurusan SKCK pun transparan dan masyarakat langsung menyetorkan ke Bank yang telah bekerjasama dalam hal pengurusan SKCK sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sehingga tidak ada indikasi Pungli ataupun titipan yang bisa menyebabkan penyelewengan dana. Masyarakat cukup menyerahkan bukti tanda setoran ke Bank sebagai bukti bahwa biaya administrasi telah diselesaikan.(*)


#Polrestanjungpinang

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto Anugerahi Kapolri Tiga Tanda Bintang Kehormatan


Jakarta - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menerima tiga tanda bintang anugerah kehormatan dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Ketiga penghargaan tersebut berasal dari tiga matra TNI, Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.
“Tujuannya utama TNI memberi penghargaan atas kerjasamanya dengan Polri, sehingga TNI mampu memberi kerjasamanya dengan baik,” ujar Hadi Tjahjanto usai upacara di Gedung Soedirman, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (14/3/2018).
Tanda bintang kehormatan yang berasal dari Angkatan Darat adalah Bintang Kartika Eka Paksi Utama. Kemudian, dari Angkatan Laut adalah Bintang Jalasena Utama, dan Angkatan Udara adalah Tanda Kehormatan Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama.


“Saya mendapat penghormatan dirapel tiga bintang sekaligus, ini bentuk penghormatan dari insitusi TNI Angkatan Darat, Laut, Udara, sekaligus ini simbolis kerja sama yang sangat baik,” kata Kapolri Tito Karnavian.

Penyematan tiga bintang kehormatan untuk Kapolri Tito Karnavian ini termaktub dalam surat keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 96/TK Tahun 20187 dan Nomor 4/TK Tahun 2018 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Kartika Eka Paksi Utama, Bintanf Jalasena Utama, dan Bintang Bhuwana Paksa Utama.(*)
#Polrestanjungpinang

Rabu, 28 Februari 2018

Wujudkan Kamseltibcarlantas, Polres Tanjungpinang Gelar Ops Keselamatan Seligi 2018



Tanjungpinang-Upaya dalam menciptakan masyarakat yang peduli dan patuh akan keamanan,keselamatan serta ketertiban dalam berlalu lintas digelar serentak seluruh Indonesia oleh Jajaran Korp Lalu Lintas dengan melaksanakan Operasi Keselamatan 2018 selama 21 hari mendatang.
Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro S.H., S.I.K., M.H saat menyampaikan amanah dari Kakor Lantas Irjen Pol Drs. Royke Lumowa, M.M kepada peserta gelar pasukan bahwa lalu lintas merupakan urat nadi dan merupakan cermin peradaban perekonomian suatu negara, dengan itu Kamseltibcar Lantas sangatlah penting, dukungan dari Stake Holder sebagai bentuk tanggung jawab untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ dapat terlaksana secara baik.


Sinergitas antar pemangku kepentingan menjadi sangat mendasar dalam menemukan akar masalah dan solusinya yang diterima dan dijalankan oleh semua pihak dalam mewujudkan kamseltibcar lantas, kualitas keselamatan untuk menurunkan fatalitas korban laka lantas, membangun budaya tertib dan peningkatan pelayanan kepada publik.
Untuk mewujudkan nawacita Presiden RI yang dijabarkan dalam program Promoter ( Profesional Modern dan Terpercaya ) dalam langkah kongkrit sebagai berikut :
Profesional : Meningkatkan kompetensi SDM Polri yang semakin berkualitas melalui peningkatan kapasitas pendidikan dan pelatihan serta melakukan pola-pola Pemolisian berdasarkan Prosedur Baku yang sudah dipahami, dilaksanakan dan dapat diukur keberhasilannya.
Modern : Melakukan modernisasi dalam layanan publik yang didukung teknologi sehingga lebih mudah dan cepat diakses oleh masyarakat, termasuk kebutuhan Almatsus ( Alat Material Khusus ) dan Alpakam ( Alat Perlengkapan Keamanan ) yang makin modern.


Terpercaya : Melakukan Reformasi Internal menuju polisi bersih dan bebas KKN guna terwujudnya penegakkan hukum yang Objektif, Transparan, Akuntabel dan Berkeadilan.
Sementara itu Kasat Lantas Polres Tanjungpinang AKP Krisna Yowa Ramadhani, S.IK menyampaikan Operasi Keselamatan 2018 ini dilaksanakan secara serentak diseluruh Indonesia. “Untuk sandi operasi Polda Kepri Operasi yakni Operasi Keselamatan Seligi 2018, operasi ini akan dilaksanakan selama lebih kurang 3 ( tiga ) minggu dengan menitikberatkan pada Kamseltibcar Lantas bagi pengendara kendaraan bermotor untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi peraturan lalu lintas di jalan raya.” pungkasnya.(*)


#Polrestanjungpinang, #OpsKeselamatanseligi2018, #Poldakepri

Kamis, 22 Februari 2018

Mengharap Kampanye Berintegritas Dalam Pemilukada

 
 
Budaya politik (political culture) hampir bisa dipastikan adalah aspek reformasi politik yang tidak berkembang signifikan sepanjang masa transisi dan konsolidasi demokrasi Indonesia selama hampir dua dasawarsa terakhir. Akibatnya, demokrasi Indonesia pasca-Soeharto masih ditandai kelemahan mendasar yang membuatnya cacat (flaw democracy). 
 
Berbagai aspek budaya politik, seperti sikap, kepercayaan, dan sentimen, yang menciptakan tatanan dan makna pada proses politik sering tidak cocok dengan demokrasi. Budaya politik yang juga terkait asumsi dan tata aturan yang membentuk perilaku politik dalam sistem politik acap kali tidak selaras dengan demokrasi.

Indonesia boleh bangga dengan pencapaian demokrasi lewat pemilihan umum yang terselenggara sejak 1999. Indonesia sangat kaya  pemilu, seperti pemilihan legislatif (pileg) yang sudah empat kali menjelang lima kali (1999,2004, 2009, 2014, dan segera 2019). Lalu, pemilihan presiden secara langsung (2004, 2009, 2014 dan tak lama lagi 2019). Selain itu, masih ada pemilihan kepala daerah (pilkada) sejak 2005 yang pada 2018 dilaksanakan di 171 daerah (provinsi dan kabupaten/kota).

Akan tetapi, pemilu cenderung kian menjadi rutinitas. Di luar kerutinan, hanya ada ketegangan dan peningkatan suhu politik. Penyebabnya sering bukan murni politik, melainkan karena penggunaan dan penyalahgunaan (used and abused) isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dalam kontestasi politik. Padahal, isu SARA tidak hanya divisif, tetapi juga membuat merosotnya kualitas demokrasi.

 Kualitas demokrasi terkait tidak hanya dengan pemilu yang dilaksanakan regular. Ada faktor lain yang membuat meningkatnya kualitas demokrasi, terutama budaya politik yang semestinya kompatibel dan memperkuat demokrasi.

Antonio Gramsci pernah berargumen (1971,1985) tentang budaya politik sebagai budaya yang dalam (deep culture), ideologi, dan mentalitas. Akan tetapi, budaya politik (yang tidak kondusif) juga dapat menghalangi pertumbuhan demokrasi berkualitas. Oleh karena itu, perlu penyadaran tentang pengembangan budaya politik demokrasi di setiap lapisan masyarakat yang terlibat dalam proses politik.

Sudah sampai di mana pertumbuhan budaya politik demokrasi Indonesia? Pada akar rumput terlihat gejala kontradiktif pertumbuhan budaya politik demokrasi. Pada satu segi, warga pemilih antusias memberikan suara, rata-rata lebih dari 70 persen dari satu pemilu ke pemilu sejak 1999. Relatif tingginya partisipasi politik dalam pemilu menjadi salah satu indikator peningkatan budaya politik demokrasi.

Indikator ini mengisyaratkan kebanyakan warga kian terbiasa dengan proses politik demokrasi untuk mengekspresikan aspirasi politik secara damai dan berkeadaban. Berbagai pemilu di Indonesia umumnya berlangsung lancar, aman, dan damai. Jika ada kekerasan, itu biasanya sporadis dan hanya di tempat tertentu.

 
Gejala ini berbeda dengan fenomena di tahun awal transisi demokrasi, yakni akhir 1990-an dan awal 2000. Pada masa ini, ekspresi demokrasi sering diwujudkan warga akar rumput dalam bentuk demonstrasi yang gaduh sehingga memunculkan istilah demo-crazy. Sering pula terjadi penggunaan kekuatan mob atau masa beringas (mobocracy).

Berbagai kajian akademis menyimpulkan perubahan budaya politik warga pemilih terjadi berbarengan dengan membaiknya kondisi politik. Tercapainya stabilitas politik dan keamanan memungkinkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga.

Namun, di segi lain, budaya politik warga pemilih kian terkontaminasi “politik uang”. Berbagai pemilu diwarnai penggunaan politik uang (money politics) yang lazimnya ditutupi istilah “bantuan” untuk konstituen, yakni berupa “bantuan sosial” bagi organisasi atau kelompok masyarakat tertentu serta perbaikan jalan atau rumah ibadah. Amplop berisi lembaran uang juga dibagikan buat warga pemilih oleh mereka yang berkontestasi dalam pemilu untuk “pengganti biaya transpor”.

Perilaku yang kelihatan sudah membudaya itu memperlihatkan perubahan budaya politik tidak banyak terjadi di lingkungan elite politik parpol atau lembaga politik semacam parlemen dengan berbagai tingkatannya. Budaya politik ini tak lain merupakan ramifikasi dari politik nondemokrasi semacam otoritarianisme.

Dalam konteks terakhir ini dapat dilihat bertahannya oligarkisme politik dalam parpol dan lembaga politik lain, seperti parlemen. Dalam parpol, oligarki terwujud ketika kebijakan dan keputusan partai hanya ditentukan elite politik puncaknya. Gejala ini biasa disebut polito-cracy– kekuasaan politik ditentukan segelintir politisi.

Oligarki ini kian menguat ketika parpol mengalami personifikasi dengan “orang kuat”. Bisa pendiri partai atau figur lain yang menjadi pemimpin partai karena kemampuan pendanaan atau karena posisi tinggi jabatan publik yang dipegang sebelum mendapat “durian runtuh” menjadi ketua partai.

Polito-cracy sangat mewarnai politik Indonesia—yang sekali lagi menjadikan demokrasi Indonesia sebagai flaw democracy. Fenomena ini juga terlihat dalam penetapan calon-calon yang bakal bertarung dalam pilkada 2018 dan penetapan ketua DPR. Kekuatan politik di luar oligarki politik—apalagi warga pemilih akar rumput—sama sekali tidak didengar aspirasinya.

Jika kita ingin demokrasi di Indonesia meningkat kualitasnya, budaya politik perlu direformasi. Langkah apa yang perlu dilakukan untuk menumbuhkan budaya politik demokrasi? Pertama-tama, elite politik dalam parpol dan lembaga politik lain perlu melakukan redemokratisasi. Ini merupakan tantangan yang tidak mudah. Namun, prosesnya bisa dimulai degan revitalisasi dialog dan musyawarah di antara lingkungan elite politik, baik secara internal, maupun eksternal, dengan kekuatan politik lain. 

Selanjutnya, perlu diselenggarakan dialog publik yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan politik dan demokrasi. Dialog semacam ini sangat penting untuk mengembalikan demokrasi ke pangkalnya: kedaulatan politik berada di tangan rakyat untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat.
Azyumardi Azra Guru Besar Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.(*)


#Polrestanjungpinang, #Pilkadadamai, #Pilkadaserentak2018

Unit Reskrim Polsek KKP Ungkap Penyelundupan Pembersih Tinta Dan Spare Part Modem Di Pelabuhan Sri Bintan Pura

 
Tanjungpinang - Jajaran Unit Reskrim Polsek KKP Tanjungpjnag berhasil mengungkap Penyelupan 21 Dus Pembersih Tinta dan 1 Kotak Spare Part Modem di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang.
 
Keberhasilan pengungkapan tersebut tak lepas dari kerja keras jajaran Unit Reskrim Polsek KKP Tanjungpinang di bawah pimpinan Panit 1 Reskrim AIPTU FREDDY SIMANJUNTAK,SH mengumpulkan informasi serta melakukan penyelidikan terkait akan adanya pengiriman barang tersebut.

Ditempat yang lain Kapolsek KKP Tanjungpinang KOMPOL DARMAWAN,SH mengatakan kepada jajarannya akan gencar dalam menuntaskan setiap perkara khususnya yang berkaitan dengan Penyelupan Barang-Barang Yang tidak dilengkap Dokumen yang sering terjadi disekitar Pelabuhan, dan penekanan tersebut akan di lakukan secara rutin serta melibatkan instasi terkait khususnya pihak bea dan cukai demi mewujudkan sinergitas yg baik antar instansi.
Foto Polsek KKP Tanjungpinang.
Freddy juga mengatakan dengan keberhasilan pengungkapan ini berkat kerjasama masyarakat dalam menyampaikan informasi mudah-mudahan dapat menekan para sendikat yg sengaja mencari keuntugan dgn mengabaikan aturan kepabeanan yang merusak sendi sendi prekonomian serta merugikan negara dan tindakan ini menjadi efek Jera bagi para pelaku untuk tidak melakukannya lagi atau bahkan mungkin mengurungkan niat untuk melakukan tindak pidana.(*)
 
#Polrestanjungpinang, #Turnbackcrime, #pilkadadamai

Senin, 19 Februari 2018

Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa UMRAH Berakhir Ricuh


Tanjungpinang - Aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) akhirnya berlangsung ricuh, Selasa (20/02) siang.
Kericuhan dipicu karena aksi petugas keamanan UMRAH yang mematikan api di depan kantor rektorat. Merasa tidak senang, mahasiswa langsung melempari pintu rektorat UMRAH dengan batu dan gelas air mineral.
Melihat situasi yang tidak kondusif, personel kepolisian yang sejak aksi berada di depan kampus Umrah merangsek masuk dan membubarkan aksi mahasiswa.

Tak hanya itu polisi juga mengerahkan mobil water canon untuk membubarkan aksi mahasiswa. Sempat terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dan pihak kepolisian.
“Ini kampus kami. Polisi tidak berhak masuk ke sini,” teriak mahasiswa.
Selain itu, terlihat pihak kepolisian mengamankan satu orang mahasiswa yang dianggap sebagai provokator saat terjadi kericuhan antara polisi dan mahasiswa.
Aksi kali ini merupakan imbas dari pernyataan Rektor Umrah Prof Syafsir Akhlus pada aksi unjuk rasa pekan lalu, yang menyebut jika ia tidak mengerti dengan tuntutan mahasiswa pada saat demo tersebut.
“Kami merasa aneh karena rektor mengaku tidak mengerti dengan tuntutan kami,” ujar Presiden Mahasiswa (Presma) UMRAH Putra dalam orasinya.

Mahasiswa juga menuntut agar pimpinan UMRAH dapat memberikan kepastian dan jawaban terkait semua tuntutan mahasiswa pada saat demo pekan lalu.
“Jika tidak maka mahasiswa akan mengambil alih pimpinan UMRAH,” teriak mahasiswa.
Di awal aksi rektor Prof Syafsir Akhlus sempat menemui mahasiswa. Namun, pada saat aksi bakar ban rektor memilih masuk ke dalam rektorat. Selain itu, ada juga aksi mandi lumpur yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai bentuk kekecewaan terhadap pimpinan UMRAH. 


Sumber : HarianKepri.com


#Polrestanjungpinang

Seleksi SIP Selesai,1 Peserta Terpilih dari Penghargaan Kapolri


Batam - Tahapan terakhir dari rangkaian kegiatan seleksi pendidikan Sekolah Inspektur Polisi (SIP) tahun anggaran 2018 yang telah diselenggarakan oleh pihak panitia Daerah Polda Kepulauan Riau hari ini bertempat di Bertempat di Gedung Lancang Kuning Polda Kepri, Senin (19/2/18).
Setelah melewati tahapan sejak pendaftaran on line tanggal 17 Januari 2018 sampai dengan uji akademik tanggal 13 Februari 2018 tentunya itu semua telah diimplementasikan oleh seluruh pihak yang berkompeten baik itu pihak panitia penyelenggara, para peserta seleksi  maupun pengawas internal yang telah dibentuk, untuk bersama-sama melaksanakan dan mengawasi setiap tahapan seleksi tahun ini.
Dalam kata sambutanya Kapolda Kepri mengatakan keseluruhan hasil akhir penilaian yang diperoleh masing-masing peserta nanti akan menjadi acuan dan pedoman  dalam menentukan kelulusan tingkat panda peserta seleksi DIK SIP Polri tahun anggaran 2018.

“Tentunya kita sepakat bahwa rangking kelulusan berdasarkan pada penilaian yang diperoleh oleh para peserta, artinya siapapun yang memiliki nilai akhir yang tertinggi tentu saja memiliki kesempatan yang lebih besar untuk melanjutkan ketahap selanjutnya sesuai keputusan Mabes Polri,”Tutur Kapolda Kepri.
Dalam pengumuman sidang terbuka kelulusan akhir tingkat panitia daerah seleksi Sekolah Inspektur Polisi (SIP) angkatan ke-47 Tahun Anggaran 2018, Karo SDM membacakan 24 peserta dinyatakan lolos. Ada 3 kategori yang menjadi tolak ukur seleksi SIP tahun ini diantaranya :
1. Seleksi Dik Sip Reguler Yang Lulus Terpilih Sebanyak 17 Peserta.
– Polki : 15 Orang.
– Polwan : 2 Orang.
2. Seleksi Dik Sip Penyidik Pembantu Yang Lulus Terpilih Sebanyak 6 Peserta.
– Polki : 6 Orang.
– Polwan : –
3. Seleksi Dik Sip Lulus Terpilih Dari Penghargaan Kapolri : 1 Peserta.
Polki : –
Polwan : 1 Orang.
Kapolda Kepri  mengucapkan selamat kepada peserta yang lulus terpilih agar  tetap menjunjung tinggi sportifitas dan bagi peserta yang lulus tidak terpilih jangan menyerah dan tidak mudah putus asa.(*)

#Polrestanjungpinang, #Poldakepri, #SIP